Diposkan pada Romance Story

Menikmati Cinta Melalui Hening (Poin Terpentingnya Aku Mencintaimu)

Keindahan dalam hening by id.anawalls.com
Keindahan dalam hening by id.anawalls.com

“Apa kabarmu, Bapak?”

Uuuh, aku hanya berani menanyakan itu di tulisanku diam-diamku ini, tulisan yang bahkan (menurutku) tidak akan pernah kau kecuali aku menunjukkannya suatu hari padamu, sebab kau itu manusia yang jauh dari perkembangan teknologi termasuk salah satunya kau tidak punya ponsel.

Tiba-tiba aku ingin menuliskan tentangmu lagi, hari ini. Keinganan yang tiba-tiba datang saat aku ingin menuliskan kisah lanjutan novel terbaruku. Setiba-tibanya rindu yang datang menghinggapiku meski kau berada dekat denganku. Kau membuatku tahu satu hal yang mungkin tidak mengerti para pelaku LDR (Long Distance Relationship) bahwa: rindu pun menyerang orang-orang yang berjarak dekat seperti jarak aku dan kamu yang tinggal satu atap.

Aaah, ya, kurasa aku memang merindukanmu. Makanya aku mau menuliskan tentangmu kali ini di blogku. Umm, tunggu, aku mau mengambil tisu dulu, anak terakhirmu ini payah sekali dalam hal meminimalisir terjatuhnya air mata ke pipi meski pipiku cukup besar dan hangat untuk meredam air mata.

Aku hanya ingin menulis saja, tidak peduli apa efeknya setelah tulisan ini aku posting. Setidaknya aku berharap tulisanku tentangmu ini bisa menjadi barang bukti di kemudian hari bahwa aku masih sangat dan akan selalu sangat mencintaimu meski dalam hening, meski tidak pernah kuungkapkan.

Kau mengajarkanku cara menikmati cinta melalui keheningan yang selalu kupelajari seperti kesempatan hening kita di sudut dapur di pagi hari. Saat pagi hari aku membuatkan teh untukmu dan kau menungguiku tanpa berbicara apapun. Lalu, ketika kuletakkan teh di mejamu kita hanya akan saling menatap beberapa saat. Mungkin akan terlihat aneh jika orang lain melihat ini, Pak. Mereka akan mengira kita bisu…., padahal, ya, mereka hampir tepat! Kau tahu Pak, kita ini dua manusia yang dibisukan kenyataan, bukan dibisukan faktor biologis. Tapi, tenang saja Pak, poin terpentingnya: aku sangat-sangat mencintaimu meski kita tidak saling bicara.

Cara paling natural perihal menikmati cinta adalah menikmatinya melalui keheningan. Misalnya saja kita begitu menikmati kebersamaan bersama seseorang yang baru kita temui untuk pertama kalinya—bahkan kita langsung berani mengatakan itulah cinta pada pandangan pertama meski kita tidak mengatakan apapun, meski kita hanya saling hening menatap matanya. Hening itulah yang menelusupkan cinta diam-diam serupa inspirasi yang datang diam-diam di benak penulis dan perlahan semakin membesar.

Aku menikmati cinta melalui hening yang terjadi di antara aku dan kamu, Pak. Kita berada dalam hening, saling bertatapan, bertatapan semakin dalam. Saat itulah aku tahu dari cahaya matamu bahwa kamu mencintaiku, lalu aku berharap kau juga akan tahu dari cahaya mataku bahwa aku mencintaimu. Sebab poin terpentingnya: aku mencintaimu.

Kau tidak pernah mengatakan langsung kalau kau mencintaiku, tapi aku tahu kau mencintaiku dari caramu memberitahu pada orang-orang anak terakhirmu ini pintar menulis novel, kisah yang sedih pula (duh, Bapak, untungnya aku mencintaimu. Kalau tidak, aku akan marah kamu bilang aku ini penulis kisah sedih yang berarti aku ini galauan, Pak). Aku tahu kau mencintaiku dari caramu yang tidak ingin membangunkanku pagi hari karena aku selalu menulis di waktu dini hari, lalu kau sering membuat teh sendiri dan memasak nasi jika aku terlambat bangun. Aku tahu kau mencintaiku saat kau menyetel berita di televisi di malam hari sendirian, tentang kriminalitas yang aku juga mendengarkan di kamar, kau akan mengatakan seperti tadi malam begini “hati-hati sekarang banyak begal motor” meski kau tidak menyertakan objek untukku di perkataan itu.

Sampai detik ini aku masih tetap menikmati cinta melalui keheningan yang kita ciptakan serupa kau menikmati hening dengan rokokmu dan aku menikmati hening dengan tulisanku.

Poin terpentingnya: aku mencintaimu.
9 Maret 2015

Iklan

Penulis:

Hanya seorang perempuan yang belajar menikmati rasa sakit yang selalu muncul dalam kehidupan.

3 tanggapan untuk “Menikmati Cinta Melalui Hening (Poin Terpentingnya Aku Mencintaimu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s